Pasar Online adalah adalah istilah yang akan saya gunakan dalam share saya kali ini. Pasar Online adalah sitilah yang saya gunakan untuk menyebut suatu tempat orang-orang melakukan transaksi jual beli secara "UNREAL". Saya sebut UNREAL karena disini penjual dan pembeli umumnya tidak bertemu secara langsung, mereka hanya berkomunikasi melalui SMS, YM, PM dan telepon. Namun masih dimungkinkan bila penjual dan pembeli masih berada dalam 1 wilayah sehingga sering disebut COD (Cash On Delivery). Istilah COD sebenarnya dilakukan bila penjual mengantar barangnya ke tempat pembeli lalu setelah barang diterima baru pembeli menyerahkan uang pembayaran kepada penjual. Jadi disini pemebeli sama sekali tidak perlu bersusah payah keluar rumah, cukup tunggu dirumah dan barang akan diantar oleh penjual dan barulah pembayaran dapat dilakukan. Namun kenyataannya COD menjadi salah arti, dalam hal ini penjual dan pembeli menyepakati bertemu disuatu tempat yang relatif terjangkau bagi kedua belah pihak, baru serah terima barang dan pembayaran dapat dilakukan. Jadi disini pembeli harus keluar rumah seperti penjualnya.
Kembali ke pasar online, banyak orang masih ragu bahkan tidak mau melakukan transaksi online karena banyak faktor. Berikut diantaranya :
1. Takut Ditipu
Tidak berlebihan memang, karena ini memang hal yang paling menakutkan serta berpeluang paling besar untuk merugikan pembeli. Dalam hal ini artinya pembeli telah melakukan pembayaran kepada penjual namun penjual tidak mengirimkan barangnya kepada pembeli.
2. Ragu Terhadap Kualitas Barang
Kebanyakan hal ini terjadi pada jual beli barang bekas atau second. Pembeli hanya melihat kondisi fisik barang yang akan dibelinya dari foto yang diberikan penjual, namun tentu saja foto tersebut tidak menggambarkan fisik barang secara total atau 100%. Nah disinilah masalah timbul ketika pembeli tidak puas terhadap barang yang dibelinya karena seakan "tertipu" dengan foto yang diberikan penjual.
3. Kerusakan Selama Pengiriman
Jika masalah no 1 dan 2 tidak terjadi, masih ada no 3 berikut ini, yaitu resiko barang rusak selama pengiriman. Kebanyakan transaksi jual beli online melibatkan penjual dan pembeli yang tidak berada dalam 1 wilayah yang dapat dijangkau satu sama lain, sehingga dalam hal ini kedua belah pihak menyepakati untuk mengguankan jasa pengiriman dengan ongkos tertentu. Sayangnya kebanyakan jasa pengiriman selalu menyebutkan TERM & CONDITION yang seringkali diabaikan oleh penjual maupun pembeli, kurang lebihnya yaitu :
"Jasa pengiriman hanya akan mengganti maksimal 10x dari ongkos kirim yang dibayarkan, bila terjadi kerusakan pada barang selama dalam proses pengiriman"
Coba bayangkan bila barang yang dikirim bernilai 5jt sedangkan ongkos kirim yang dibayarkan hanya 20rb, maka bila barang tersebut rusak, hanya akan dilakukan penggantian maksimal senilai 200rb saja.
Jika ulasan diatas membuat Anda ragu bertransaksi di pasar online, maka ulasan dibawah ini justru akan membuat anda tertarik berbelanja di pasar online :
1. Cepat, Tidak Perlu Repot
Yup, ini adalah faktor utama yang membuat saya menyukai berbelanja di pasar online. Cukup di depan internet, pilih barang yang saya mau, hubungi pembeli lewat sms (negosiasi harga), transfer lewat internet banking dan 1-2 hari kemudian barang sudah saya terima. Benar2 praktis tanpa harus keluar, macet di jalan, antri di toko dan lain sebagainya.
2. Murah
Murah memang relatif, namun yang saya maksudkan disini adalah saya bisa membeli barang yang saya suka di kota X seharga 950rb daripada saya membeli di toko kota saya tinggal seharga 1jt. Hal ini bisa saya lakukan karena kebanyakan toko2 yang berjualan di pasar online ini adalah toko2 besar di ibukota dengan harga yang sangat bersaing. Belum lagi bila bila ada promo di kota lain yang tidak ada di kota saya tinggal, harganya bisa selisih cukup banyak bagi saya pribadi
3. Barang Second Melimpah
Bila dana tidak mencukupi, tidak jarang pembeli cenderung mengambil barang second dengan kondisi sebaik mungkin. Umumnya barang second ini memiliki harga yang cukup miring dibanding harga baru. Selain itu, barang second yang ditawarkan umumnya relatif banyak (dari sekian penjual yang berbeda) sehingga pembeli tidak perlu khawatir tidak bisa memilih seperti saat akan mebeli barang baru, karena untuk barang2 fast moving sangat banyak pilihan secondnya di pasar online
4. Menambah Teman
Ketika Anda bertransaksi dengan sesama end user atau "sesama pengguna", akan sangat berbeda dengan saat Anda bertransaksi dengan pihak toko. Karena kebanyakan toko berlaku sistem lepas-jual. Sedangkan bila bertemu dengan sesama end user, anda bisa saling bertukar kontak, ngobrol di YM dan tidak jarang setelah transaksi selesai pun akan masih sering terjalin komunikasi antara Anda dengan orang tersebut
Masih banyak kelebihan2 lain yang menurut saya lebih banyak untungnya dibanding ruginya bila Anda bertansaksi di pasar online (khususnya bila Anda sebagai pembeli)
Berminat untuk berbelanja di pasar online? tapi masih takut dengan 3 hal yang saya sebutkan sebagai "momok" di pasar online?. Berikut beberapa tips yang bisa saya share kan berdasarkan pengalaman saya berkelana di pasar online selama kurang lebih 3 tahun (baik sebagai penjual maupun pembeli)
1. Pilih Seller Yang Recommended
Ketika Anda melihat suatu iklan dan menjadi sangat tertarik, jangan langsung terburu nafsu untuk segera membeli barang yang ada di iklan tersebut walaupun harga hanya setengah dari harga pasaran yang ada. Perhatikan siapa penjualnya, lihat riwayat penjualannya serta perhatikan siapa saja orang2 yang berbelanja pada seller tersebut. Jika Anda pernah berkunjung ke KASKUS, maka akan ada istilah "recommenden seller" bagi penjual yang memang diakui memiliki kredibilitas yang baik. Anda bisa menelusuri iklan2 yang dibuatnya selama beberapa waktu terakhir, lalu melihat apakah iklannya termasuk iklan yang sukses atau hanya menjadi iklan yang tidak terurus
Seller yang baik akan selalu mengupdate iklannya selama barang yang dia jual belum laku. Bila dengan melihat riwayat penjualannya masih membuat Anda ragu, ikuti tips kedua
2. REKBER, Solusi Belanja Aman No. 1 Di Pasar Online
Anda awam? sangat takut? sangat ingin mebeli tapi takut ditipu?
gunakan rekening bersama sebagai solusi cerdas Anda. Rekening bersama atau rekber adalah jasa pihak ketiga yang akan menjadi perantara antara Anda sebagai pembeli dengan penjual. Tinggal bayar jasa rekber (umumnya 5rb-20rb untuk transaksi dibawah 5jt), mekanisme kerjanya sederhana :
-Silahkan Anda menyepakati harga barang yang akan dibeli serta ongkos kirimnya
-Silahkan Anda hubungi pihak penyedia jasa REKBER
-Konfirmasikan transaksi yang akan Anda lakukan
-Transfer uang pembayaran Anda sesuai kesepakatan harga dan ongkos kirim dengan pembeli
-REKBER akan mengkonfirmasi bahwa uang Anda telah diterima, selanjutnya REKBER akan memberitahu penjual untuk segera mengirimkan barangnya ke Anda
-Setelah barang Anda terima dan sesuai dengan kondisi yang disepakati, Anda konfirmasikan ke REKBER untuk mentransfer uang Anda ke rekening penjual
-REKBER akan meneruskan uang Anda ke penjual
-Transaksi selesai
3. Gunakan Asuransi Tambahan
Asuransi digunakan bila Anda menyadari bahwa barang yang Anda beli adalah barang yang termasuk dalam kategori barang yang tidak tahan goncangan, suhu tinggi, tidak tahan banting serta sangat mudah pecah. Umumnya penjual tidak mau tahu akan resiko kerusakan barang yang terjadi akibat kelalaian pihak pengiriman. Untuk itu Anda sendiri yang harus melindungi keselamatan barang yang Anda beli. Hanya dengan menambah umumnya 0,2% + 5rb dari nilai barang yang Anda beli, maka pihak pengiriman akan mengganti barang Anda senilai harga yang Anda asuransikan
Sebenarnya masih banyak tips2 lain yang bisa bagikan, namun tangan saya sudah mulai pegal sehingga nanti dikemudian hari akan saya lanjutkan kembali
Bila ada yang ingin sekedar tanya jawab seputar apa yang saya share ini, silahkan kirimkan email ke
hartanto2308@yahoo.co.id
atau YM saya di :hartanto2308
Salam sejahtera untuk Anda semuanya :)
GBU...................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar